HASILWIN – Hasil Studi: Pemberian ASI Eksklusif dalam Waktu Lama Cegah Masalah Perkembangan pada Anak

Ilustrasi Menyusui
Jakarta

Pemberian ASI eksklusif sangat direkomendasikan untuk bayi baru lahir. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan pertama kehidupan anak, Bunda.

Menurut WHO, ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi. ASI juga aman, bersih, dan mengandung antibodi yang membantu melindungi tubuh dari banyak penyakit umum pada masa kanak-kanak

Baru-baru ini, hasil studi kembali menemukan manfaat pemberian ASI eksklusif. Kali ini, manfaatnya dikaitkan dengan pemberian ASI dalam waktu lama.

Studi yang diterbitkan di JAMA Network Open pada 24 Maret 2025 menjelaskan bahwa pemberian ASI secara eksklusif dan dalam jangka waktu yang lebih lama secara independen dikaitkan dengan berkurangnya kemungkinan keterlambatan perkembangan pada anak. Ini juga termasuk beberapa kondisi perkembangan saraf.

Studi ini menggunakan data dari jaringan klinik kesehatan ibu-anak di Israel. Subjek yang diteliti adalah anak-anak yang lahir pada bulan Januari 2014 sampai Desember 2020, yang lahir setidaknya di usia kehamilan 35 minggu tanpa morbiditas yang parah. Mereka juga menjalani setidaknya satu kunjungan pengawasan lanjutan pada usia 2-3 tahun.

Hasil studi tentang manfaat pemberian ASI eksklusif

Hasil studi menemukan, anak-anak yang disusui secara eksklusif termasuk menyusu minimal enam bulan, mengalami lebih sedikit keterlambatan dalam mencapai tonggak perkembangan bahasa, sosial, dan motorik. Hasil tersebut dibandingkan dengan anak-anak yang diberikan ASI kurang dari enam bulan.

Kemudian, analisis tambahan terhadap hampir 38.000 pasang saudara kandung menemukan bahwa mereka yang disusui setidaknya selama enam bulan lebih kecil kemungkinannya mengalami keterlambatan perkembangan atau kondisi perkembangan saraf, dibandingkan saudara kandung mereka yang disusui kurang dari enam bulan atau tidak disusui sama sekali.

Secara total, 6,5 persen dari populasi penelitian mengalami keterlambatan pencapaian tonggak, dengan 5,8 persen mengalami keterlambatan bahasa dan 1,2 persen mengalami keterlambatan motorik. Hanya 2,5 persen yang didiagnosis dengan kondisi perkembangan saraf, yang sebagian besar adalah bahasa atau sosial.

Salah satu peneliti dari KI Research Institute di Kfar Malal, Inbal Goldshtein, PhD, mengatakan bahwa ia dan timnya termotivasi untuk mempelajari topik ini. Menurut mereka, menyusui merupakan perilaku yang dapat diubah dengan hasil yang berpotensi mengubah hidup anak.

Penelitian ini juga menganalisis durasi menyusui sebagai variabel berkelanjutan. Variabel tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih tentang hubungan antara durasii menyusui dan perkembangan kognitif.

“Pekerjaan kamu bertujuan untuk memberikan informasi kepada orang tua sambil mengakui realitas kompleks keluarga modern,” ujar Goldshtein, dilansir MedPage Today.

Ukachi N. Emeruwa, MD, MPH, dari Fakultas Kedokteran Universitas California San Diego dan UC San Diego Health, mengatakan bahwa kesimpulan studi dapat berdampak positif, yakni membuktikan bahwa menyusui masih lebih baik daripada tidak menyusui sama sekali.

“Menormalkan pesan ini bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan dapat sangat membantu dalam mengurangi rasa ‘tidak berdaya’ dan stres yang dialami banyak orang tua baru,” ujar Emeruwa.

Studi ini tetap memiliki keterbatasan. Tapi setidaknya, temuan ini dapat menjadi panduan bagi orang tua dalam mendorong perkembangan anak usia dini.

Demikian studi terbaru yang membahas tentang manfaat memberikan ASI eksklusif ke anak dalam jangka waktu lama yang disebut dapat mencegah masalah perkembangan anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *